Cari Artikel Perjalanan

Travel

Bubohu Bongo Gorontalo: Destinasi Wisata Spiritual yang Menawan

Akomodasi ramah lingkungan dengan rumah bambu di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo Gorontalo di tengah taman tropis yang rimbun, menawarkan pengalaman berlibur yang unik.

Bubohu Bongo Gorontalo: Desa Wisata Religi dengan Masjid Walima Emas – Bubohu Bongo Gorontalo adalah desa wisata religi di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Tempat ini memadukan pesantren alam, museum kecil, budaya Islam lokal, dan panorama perbukitan pesisir dalam satu kunjungan.

Jam kunjungan area wisata umumnya sekitar 08.00–18.00 WITA. Tiket masuk Bubohu Bongo gratis untuk kawasan pesantren dan area utama, sehingga biaya utama pengunjung adalah parkir, makan, atau paket atraksi untuk rombongan.

  • Lokasi: Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
  • Jam buka: 08.00–18.00 WITA setiap hari.
  • Tiket masuk: gratis untuk kawasan pesantren dan area utama; tiket masuk kawasan Masjid Walima Emas dikenakan Rp 5.000 per orang.
  • Daya tarik utama: Pesantren Alam Bubohu, museum, Masjid Walima Emas, dan tradisi Walima.

Jika Anda suka tempat dengan karakter lanskap yang kuat seperti pemandangan Kawah Sikidang, Bubohu Bongo menawarkan pengalaman yang lebih hening, reflektif, dan lekat dengan budaya lokal.

Menjelajahi Bubohu Bongo Gorontalo: Apa yang Membuat Bubohu Bongo Istimewa?

Jalan setapak berwarna-warni di tengah sawah hijau subur di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo Gorontalo, memberi akses ke keindahan alam yang damai dan menyejukkan.
Desa Wisata Religi Bubohu Bongo Gorontalo – Foto: Liputan6.com

Bubohu Bongo istimewa karena menggabungkan wisata religi, pesantren alam, museum, dan tradisi Walima di desa yang tenang dengan lanskap perbukitan pesisir Gorontalo.

Konsep kawasan ini bermula dari gagasan Yosep Tahir Ma’ruf atau Yotama sejak 1997. Ia membeli lahan secara bertahap dan menanam banyak pohon hingga kawasan ini berkembang menjadi Pesantren Alam Bubohu.

Nuansa Islam terasa kuat pada aktivitas warga, tata ruang kawasan, dan acara adat desa. Detail unik yang sering diceritakan pengunjung adalah cara menghitung tamu dengan kelereng, bukan alat digital.

Tradisi Walima menjadi magnet budaya terbesar di Desa Bongo. Saat Maulid Nabi, warga mengarak kue kolombengi ke masjid lalu membagikannya sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

Lokasi dan Rute Menuju Bubohu Bongo

Bubohu Bongo berada di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, sekitar 20–25 menit dari pusat Kota Gorontalo (jarak sekitar 10 km dari pusat kota).

Jarak dari Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar 35 km. Waktu tempuhnya kurang lebih 1–1,5 jam dengan mobil, tergantung kondisi lalu lintas.

Rute paling mudah dari pusat kota adalah menuju arah Kabupaten Gorontalo lalu mengikuti jalan ke Batudaa Pantai. Setelah itu, ikuti papan penunjuk menuju Desa Bongo.

Mayoritas kondisi jalan sudah beraspal baik. Beberapa bagian menjelang kawasan pantai dan bukit sedikit berkelok, jadi berkendaralah dengan kecepatan aman.

Pilihan transportasi paling fleksibel adalah mobil atau motor pribadi. Ojek online dari pusat kota biasanya berada di kisaran Rp 25.000–Rp 35.000 (perkiraan; konfirmasi tarif aktual langsung di aplikasi ojek online saat memesan, karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu).

Sewa mobil harian di Gorontalo umumnya mulai dari Rp 300.000 per hari (lepas kunci, unit Avanza/Xenia) hingga Rp 700.000 ke atas untuk unit yang lebih besar, di luar bahan bakar.

Angkutan umum ke arah Batudaa Pantai juga bisa menjadi opsi, meski jadwalnya lebih terbatas dan tidak selalu tersedia langsung hingga ke Desa Bongo — sebaiknya kombinasikan dengan ojek lokal untuk tahap akhir perjalanan.

Daya Tarik Utama Bubohu Bongo

Daya tarik utama Bubohu Bongo berpusat pada Pesantren Alam, museum edukatif, Masjid Walima Emas, dan suasana desa muslim yang tenang.

Di area masuk, pengunjung disambut ratusan burung merpati yang sudah dipelihara selama hampir 20 tahun — pengunjung bisa memberi makan langsung dari tangan menggunakan jagung yang dijual di warung tepi kolam. Kombinasi alam dan spiritualitas inilah yang membuat desa ini berbeda dari tempat wisata biasa.

Pesantren Alam Bubohu

  • Lokasi: kawasan inti Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
  • Jam kunjung: area umum sekitar 08.00–18.00 WITA; kegiatan belajar agama banyak berlangsung setelah salat Isya.
  • Harga: tidak ada tiket terpisah.

Pesantren Alam Bubohu adalah jantung kawasan wisata ini. Tempat ini dikenal sebagai ruang belajar agama yang dekat dengan alam dan kehidupan sehari-hari warga.

Konsep “santri”-nya unik: alam itu sendiri — tumbuhan, hewan, dan benda mati di sekitarnya — yang menjadi objek pembelajaran.

Pesantren ini didirikan tahun 2004 oleh Yosef Tahir Ma’ruf (Yotama). Universitas Negeri Gorontalo juga pernah memanfaatkannya sebagai laboratorium geologi.

Untuk data jumlah santri terkini, sebaiknya konfirmasi langsung ke pengelola karena angka dapat berubah setiap tahun.

Museum Fosil Kayu

  • Lokasi: area Pesantren Alam Bubohu, Desa Bongo.
  • Jam kunjung: mengikuti operasional kawasan sekitar 08.00–18.00 WITA.
  • Harga: biasanya tanpa biaya tambahan.

Museum Fosil Kayu menyimpan koleksi fosil kayu dari sejumlah wilayah di Gorontalo — disebut sebagai museum fosil kayu terbesar kedua di Asia. Fosil-fosil ini berasal dari pohon yang terpapar mineral kalsit atau silika selama jutaan tahun, sehingga tidak lapuk melainkan semakin mengeras.

Ruang ini cocok untuk wisata edukasi singkat sebelum Anda melanjutkan kunjungan ke bukit masjid.

Beranda Kebudayaan Gorontalo

  • Lokasi: satu kawasan dengan pesantren dan museum fosil.
  • Jam kunjung: sekitar 08.00–18.00 WITA mengikuti operasional kawasan.
  • Harga: tidak ada tiket terpisah.

Beranda Kebudayaan Gorontalo menampilkan artefak dan benda budaya yang membantu pengunjung memahami sejarah lokal, termasuk silsilah raja-raja Gorontalo dan sejarah kerajaan Islam di wilayah ini. Tempat ini sangat cocok untuk pelajar, komunitas, dan wisatawan yang ingin mengenal identitas Gorontalo lebih dekat.

Masjid Walima Emas

  • Lokasi: bukit di kawasan Bubohu Bongo, sekitar 0,5 km dari area utama.
  • Jam kunjung: akses wisata mengikuti jam kawasan 08.00–18.00 WITA; waktu ibadah menyesuaikan jadwal salat.
  • Harga: Rp 5.000 per orang untuk masuk kawasan masjid.
  • Spot foto terbaik: pelataran masjid dengan latar kubah emas dan perbukitan hijau.

Masjid Walima Emas adalah ikon visual Bubohu Bongo. Dibangun mulai tahun 2008 dan diresmikan pada 12 Desember 2012, masjid berukuran 8×8 meter ini memiliki satu kubah utama berwarna kuning emas dan empat kubah pendamping yang lebih kecil — seluruhnya merujuk pada bentuk kue kolombengi, kuliner tradisional yang lekat dengan tradisi Walima.

Di kawasan masjid juga terdapat kalender Hijriah terbesar di dunia dengan 12 dudukan penanggalan, serta panorama hamparan Teluk Tomini.

Jalan menuju masjid menanjak melalui Tangga 33, tetapi pemandangan di atas sangat layak diperjuangkan. Datang pagi atau sore akan memberi cahaya yang lebih lembut untuk berfoto.

Aktivitas Budaya dan Spiritual

Aktivitas budaya Bubohu Bongo paling hidup saat Maulid Nabi atau ketika ada reservasi rombongan yang meminta pertunjukan khas Gorontalo.

Jika Anda ingin menyaksikan atraksi tertentu, hubungi pengelola lebih dulu. Jadwal pertunjukan budaya tidak selalu berlangsung setiap hari.

Tari Longgo Tulaibala

  • Lokasi: area penyambutan atau panggung desa.
  • Jadwal: sesuai reservasi rombongan dan agenda desa.
  • Harga: biasanya masuk dalam paket atraksi budaya rombongan.

Tari Longgo Tulaibala adalah tari penyambutan yang menampilkan gerak tegas seperti seni bela diri. Tarian ini merepresentasikan ketangguhan prajurit kerajaan dalam budaya Gorontalo.

Tari Tidi Lo O’ayabu

  • Lokasi: panggung pertunjukan atau area acara tamu.
  • Jadwal: mengikuti agenda kunjungan dan kegiatan desa.
  • Harga: umumnya termasuk paket atraksi budaya.

Tari Tidi Lo O’ayabu menampilkan sisi anggun budaya Gorontalo. Gerakannya halus dan biasa dipentaskan sebagai hiburan untuk tamu atau rombongan wisata.

Parade Walima

  • Lokasi: Desa Bongo dan area masjid desa.
  • Jadwal: saat perayaan Maulid Nabi setiap tahun (tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah; pastikan cek tanggal Masehi yang berlaku setiap tahunnya karena berbeda tiap tahun).
  • Harga: dapat disaksikan tanpa tiket khusus pada agenda umum.

Parade Walima adalah arak-arakan warga dengan busana muslim seragam sambil membawa kolombengi. Inilah momen terbaik untuk melihat Bubohu Bongo dalam suasana paling meriah dan spiritual.

Dikili dan De’be

  • Lokasi: masjid atau area kegiatan desa.
  • Jadwal: umumnya malam hari sesuai kalender keagamaan dan agenda warga.
  • Harga: tidak bertiket untuk jamaah maupun penonton.

Dikili adalah lantunan zikir yang berlangsung panjang pada malam hari. De’be berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan iringan rebana yang memberi nuansa hangat dan khidmat.

Fasilitas dan Kontak Pengelola

Fasilitas Bubohu Bongo sudah memadai untuk kunjungan harian, terutama bagi keluarga, pelajar, dan rombongan komunitas.

Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi:

  • area parkir motor dan mobil
  • MCK
  • musala atau area ibadah
  • gazebo dan area istirahat
  • balai pertemuan
  • tempat makan atau cafeteria
  • kios suvenir
  • beberapa spot foto
  • area WiFi (ketersediaan dapat berubah; konfirmasi ke pengelola sebelum berangkat)

Kontak yang bisa Anda cek sebelum berangkat adalah sebagai berikut:

  • Telepon/WhatsApp: 085256308390 (nomor PIC terdaftar di Sisparnas Kemenpar)
  • Email: [email protected] (konfirmasi keaktifan sebelum mengirim pesan)
  • Instagram: @religibubohubongo (konfirmasi akun aktif sebelum berangkat)
  • Website resmi desa: bongovillage.com

Berapa Harga Tiket Masuk Bubohu Bongo?

Kawasan pesantren dan area utama Bubohu Bongo tidak mengenakan tiket masuk. Tiket masuk dikenakan Rp 5.000 per orang khusus untuk kawasan Masjid Walima Emas.

Biaya lain yang umum ditemui pengunjung adalah parkir, makan, sewa gazebo, atau paket atraksi bila datang bersama rombongan.

Rincian biaya yang umum ditemui adalah:

  • tiket masuk kawasan pesantren dan area utama: Rp 0
  • tiket masuk kawasan Masjid Walima Emas: Rp 5.000 per orang
  • parkir motor: Rp 2.000
  • parkir mobil: Rp 5.000
  • sewa gazebo: kisaran Rp 25.000–Rp 50.000 (konfirmasi ke pengelola, tarif dapat berubah)
  • paket atraksi budaya rombongan: kisaran Rp 100.000–Rp 200.000 (konfirmasi ke pengelola)
  • makanan dan minuman: mulai Rp 10.000–Rp 25.000 per porsi

Area pesantren dan museum umumnya tidak memiliki tiket terpisah. Tetap siapkan uang tunai karena pembayaran digital belum tentu tersedia di semua titik.

Kapan Waktu Terbaik ke Bubohu Bongo?

Waktu terbaik ke Bubohu Bongo adalah pagi 08.00–10.00 WITA atau saat Maulid Nabi, ketika udara masih sejuk dan tradisi Walima membuat suasana desa paling hidup.

Pagi hari cocok untuk berjalan santai, melihat kawasan pesantren, dan naik ke Masjid Walima Emas tanpa terlalu kepanasan. Cahaya pagi juga bagus untuk foto lanskap.

Sore hari sekitar 15.00–17.00 WITA juga menarik jika Anda mengejar suasana tenang dan cahaya keemasan. Pastikan cuaca cerah agar panorama bukit terlihat lebih jelas.

Jika target Anda adalah pengalaman budaya paling lengkap, datanglah saat perayaan Maulid Nabi (12 Rabiul Awal). Anda sebaiknya mengecek jadwal lebih awal karena waktu acara bisa berubah tiap tahun.

Jika Anda sedang menyusun perjalanan antarpulau, bandingkan juga ritme santai di wisata Lombok populer dan petualangan bahari dalam tempat wisata Labuan Bajo.

Tips Berkunjung ke Bubohu Bongo Gorontalo

Kunjungan ke Bubohu Bongo akan lebih nyaman jika Anda datang pagi, memakai pakaian sopan, dan menyiapkan alas kaki yang enak untuk tanjakan ke masjid.

Berikut tips praktis yang bisa Anda ikuti:

  • datang pagi agar cuaca lebih sejuk
  • gunakan pakaian tertutup dan sopan karena ini kawasan religi
  • pakai alas kaki nyaman untuk jalan menanjak
  • bawa air minum, topi, dan payung kecil saat cuaca terik
  • siapkan uang tunai untuk parkir, makan, atau sewa gazebo
  • minta izin sebelum memotret warga, santri, atau kegiatan ibadah
  • reservasi lebih dulu bila datang sebagai rombongan dan ingin atraksi budaya
  • cek jadwal acara besar sebelum berangkat

Untuk urusan budgeting, pola sederhana dalam tips liburan hemat ke Bali juga bisa Anda pakai saat menghitung ongkos transport, makan, dan pengeluaran kecil selama perjalanan.


FAQ Seputar Bubohu Bongo

Bubohu Bongo cocok untuk keluarga karena suasananya tenang dan edukatif. Orang tua tetap perlu mengawasi anak saat berjalan di tanjakan menuju Masjid Walima Emas.

Durasi ideal berkunjung adalah sekitar 1,5-3 jam. Waktu itu cukup untuk melihat pesantren, museum, masjid, dan menikmati suasana desa tanpa terburu-buru.

Wisatawan non-Muslim umumnya boleh berkunjung selama menghormati aturan kawasan religi. Sikap sopan, pakaian pantas, dan etika saat memotret sangat penting dijaga.

Pilihan penginapan biasanya lebih banyak ditemukan di Kota Gorontalo. Anda bisa menginap di kota lalu berkunjung ke Bubohu Bongo dengan perjalanan singkat pada pagi hari.

Bubohu Bongo sangat cocok untuk study tour karena menggabungkan pendidikan agama, budaya lokal, dan pengenalan lingkungan. Materinya relevan untuk siswa sekolah maupun komunitas kampus.

Foto prewedding biasanya perlu izin dari pengelola dan harus menyesuaikan aturan kawasan religi. Pilih konsep busana yang sopan agar tetap menghormati suasana tempat.

Pemandu lokal atau pendamping kunjungan bisa saja tersedia melalui koordinasi dengan pengelola desa. Menghubungi kontak resmi (085256308390 atau bongovillage.com) sebelum datang akan sangat membantu, terutama untuk rombongan yang ingin tur berpemandu.

Suka artikel ini?
Kannaya Nareswari
Ditulis oleh

Kannaya Nareswari adalah lifestyle dan OOTD blogger yang percaya kebahagiaan ada di makanan enak, perjalanan seru, dan outfit yang bikin happy. Berbasis di Bali dan Bandung, ia berbagi cerita seputar fashion, kuliner, dan traveling — sambil coba-coba resep baru, café hopping, atau menikmati golden hour dengan kamera di tangan.