Cari Artikel Perjalanan

Travel

10 Gunung Tertinggi di Dunia: Lokasi, Biaya, dan Tips Daki

Pendaki ekstrem berjuang mencapai puncak gunung bersalju saat matahari terbit, menandakan pencapaian luar biasa.

10 Gunung Tertinggi di Dunia yang Jadi Impian Para Pendaki – Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang deretan gunung tertinggi di dunia yang menjulang menembus awan?

Menaklukkan puncak-puncak raksasa ini merupakan impian terbesar bagi para petualang dan pencinta alam di seluruh penjuru bumi.

Bagi pendaki Indonesia, keindahan wisata di Dieng mungkin sudah biasa, namun menaklukkan puncak dunia adalah tantangan yang berada di level berbeda.

Semua gunung tertinggi di dunia ini ternyata berada di benua Asia, tepatnya di kawasan pegunungan Himalaya dan Karakoram yang megah.

Kami sebelumnya sudah menulis tentang gunung tertinggi di Indonesia, kalau kamu penasaran apa saja gunung tertinggi yang ada di bumi nusantara ini, silahkan baca ya.

Sebelum Anda memutuskan untuk merencanakan ekspedisi ekstrem ini, mari kenali lebih dekat sepuluh puncak tertinggi di planet bumi.

Daftar 10 Gunung Tertinggi di Dunia

Sepuluh gunung tertinggi di dunia seluruhnya terletak di benua Asia dengan ketinggian menjulang di atas 8.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

1. Gunung Everest (8.848,86 mdpl)

a view of a mountain range from an airplane
Foto: Andreas Gäbler

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian resmi mencapai 8.848,86 meter di atas permukaan laut berdasarkan survei bersama Nepal dan China pada tahun 2020.

Lokasi gunung ini berada di perbatasan antara Nepal dan Tibet, China, di bawah naungan Pegunungan Himalaya.

Pendakian pertama yang sukses tercatat pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.

Estimasi biaya permit pendakian Everest berkisar USD 15.000 per orang untuk musim semi (Maret–Mei) melalui rute standar Nepal, naik dari USD 11.000 sejak 1 September 2025.

Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Everest adalah pada bulan Mei sebelum datangnya musim monsun yang berbahaya.



2. Gunung K2 (8.611 mdpl)

Gunung K2 – Foto: National Geographic

Gunung K2 merupakan gunung tertinggi kedua di dunia dengan ketinggian mencapai 8.611 meter di atas permukaan laut.

Lokasi K2 terletak di perbatasan antara Pakistan dan China, tepatnya di kawasan Pegunungan Karakoram.

Gunung ini dijuluki ‘Savage Mountain’ karena memiliki tingkat kesulitan teknis yang sangat ekstrem bagi para pendaki.

Estimasi biaya permit untuk mendaki K2 berkisar USD 3.500 per orang (musim panas, April–September) berdasarkan tarif terbaru dari otoritas Gilgit-Baltistan, Pakistan.

Waktu terbaik untuk melakukan ekspedisi ke K2 adalah pada bulan Juni hingga Agustus saat cuaca lebih bersahabat.

3. Gunung Kangchenjunga (8.586 mdpl)

Gunung Kanchenjunga – Foto: Sherpa Expedition and Trekking

Gunung Kangchenjunga menempati posisi sebagai gunung tertinggi ketiga di dunia dengan ketinggian mencapai 8.586 meter di atas permukaan laut.

Lokasi gunung ini berada di perbatasan antara Nepal dan India, tepatnya di negara bagian Sikkim.

Masyarakat lokal menganggap puncak Kangchenjunga sebagai tempat suci, sehingga pendaki biasanya berhenti beberapa meter sebelum puncak sejati.

Estimasi biaya permit pendakian dari sisi Nepal adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi (per kebijakan terbaru pemerintah Nepal 2025–2026).

Waktu terbaik untuk mendaki Kangchenjunga adalah pada musim semi, khususnya bulan April hingga Mei.

4. Gunung Lhotse (8.516 mdpl)

Gunung Lhotse – Foto: Seven Summit Treks

Gunung Lhotse adalah gunung tertinggi keempat di dunia dengan ketinggian mencapai 8.516 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Lhotse berada di perbatasan Nepal dan Tibet, terhubung langsung dengan Gunung Everest melalui jalur South Col.

Jalur pendakian Lhotse terkenal sangat curam dengan dinding es Lhotse Face yang memiliki kemiringan ekstrem.

Estimasi biaya permit pendakian Lhotse adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk mendaki Lhotse adalah pada bulan April dan Mei bersamaan dengan musim pendakian Everest.

5. Gunung Makalu (8.485 mdpl)

Gunung Makalu – Foto: youtube.com/@JacksonGroves

Gunung Makalu menempati urutan kelima sebagai gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 8.485 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Makalu terletak di perbatasan Nepal dan Tibet, sekitar 19 kilometer di sebelah tenggara Gunung Everest.

Gunung ini terkenal dengan bentuk puncaknya yang menyerupai piramida empat sisi yang sangat simetris.

Estimasi biaya permit pendakian Makalu adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk melakukan ekspedisi ke Makalu adalah pada bulan April hingga Mei sebelum musim hujan tiba.

6. Gunung Cho Oyu (8.188 mdpl)

Gunung Cho Oyu – Foto: Alpenglow Expeditions

Gunung Cho Oyu adalah gunung tertinggi keenam di dunia dengan ketinggian mencapai 8.188 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Cho Oyu berada di perbatasan Nepal dan Tibet, sekitar 20 kilometer di sebelah barat Everest.

Gunung ini dianggap sebagai puncak 8.000 meter yang paling mudah didaki karena lerengnya yang tidak terlalu curam.

Estimasi biaya permit pendakian Cho Oyu dari sisi Nepal berkisar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk mendaki Cho Oyu adalah pada musim gugur, yaitu bulan September hingga Oktober.

7. Gunung Dhaulagiri I (8.167 mdpl)

Gunung Dhaulagiri I – Foto: Adventure Consultants

Gunung Dhaulagiri I merupakan gunung tertinggi ketujuh di dunia dengan ketinggian mencapai 8.167 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Dhaulagiri I sepenuhnya berada di dalam wilayah Nepal, menjadikannya puncak tertinggi yang tidak berbatasan dengan negara lain.

Nama Dhaulagiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti ‘Gunung Putih’ karena puncaknya selalu tertutup salju tebal.

Estimasi biaya permit pendakian Dhaulagiri I adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk mendaki Dhaulagiri I adalah pada bulan April hingga Mei saat cuaca cenderung stabil.

8. Gunung Manaslu (8.163 mdpl)

Gunung Manaslu – Foto: Manaslu Circuit Treks

Gunung Manaslu menempati posisi kedelapan sebagai gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 8.163 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Manaslu berada di wilayah Mansiri Himal, bagian dari Pegunungan Himalaya di negara Nepal.

Gunung ini dikenal dengan nama ‘Mountain of the Spirit’ dan menjadi destinasi trekking alternatif yang sangat populer.

Estimasi biaya permit pendakian Manaslu adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk mendaki Manaslu adalah pada bulan September hingga Oktober setelah musim monsun berakhir.

9. Gunung Nanga Parbat (8.126 mdpl)

Gunung Nanga Parbat – Foto: The Wander Adventures

Gunung Nanga Parbat adalah gunung tertinggi kesembilan di dunia dengan ketinggian mencapai 8.126 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Nanga Parbat terletak di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan, di ujung barat Pegunungan Himalaya.

Gunung ini dijuluki ‘Killer Mountain’ karena memiliki tingkat kematian pendaki yang sangat tinggi sebelum berhasil ditaklukkan.

Estimasi biaya permit pendakian Nanga Parbat berkisar USD 2.500 per orang (musim panas) berdasarkan tarif terbaru dari otoritas Gilgit-Baltistan, Pakistan.

Waktu terbaik untuk mendaki Nanga Parbat adalah pada musim panas, yaitu bulan Juni hingga Agustus.

10. Gunung Annapurna I (8.091 mdpl)

Gunung Annapurna I – Foto: Active Adventures

Gunung Annapurna I menempati urutan kesepuluh sebagai gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 8.091 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Annapurna I berada di wilayah Nepal tengah, bagian dari rangkaian Pegunungan Himalaya.

Gunung ini secara statistik merupakan gunung paling berbahaya di dunia dengan tingkat fatalitas pendakian tertinggi.

Estimasi biaya permit pendakian Annapurna I adalah sekitar USD 3.000 per orang pada musim semi berdasarkan tarif terbaru Nepal 2025–2026.

Waktu terbaik untuk mendaki Annapurna I adalah pada bulan April hingga Mei sebelum datangnya angin monsun.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Pendakian Gunung 8000m+?

Cara mempersiapkan pendakian gunung 8000m+ meliputi latihan fisik kardio intensif minimal 6 bulan, aklimatisasi ketinggian di gunung 6.000 meter, persiapan mental menghadapi kondisi ekstrem, serta penyediaan peralatan teknis khusus high-altitude mountaineering yang bersertifikasi internasional.

Latihan fisik harus difokuskan pada peningkatan kapasitas aerobik dan kekuatan otot inti tubuh.

Pendaki wajib melakukan latihan kardio seperti berlari, bersepeda, dan mendaki gunung dengan beban secara rutin setiap minggu.

Pengalaman mendaki gunung dengan ketinggian menengah sangat krusial sebelum mencoba puncak di atas 8.000 meter.

Sebelum pergi ke Himalaya, Anda bisa melatih ketahanan fisik dengan menjelajahi berbagai wisata Jawa Timur yang memiliki medan pegunungan menantang.

Peralatan teknis seperti down suit, double boots, crampon, dan kapak es harus dipersiapkan dengan standar keselamatan tertinggi.

Sistem oksigen tambahan juga wajib disiapkan untuk mengantisipasi risiko penyakit ketinggian akut atau acute mountain sickness (AMS).

Berapa Biaya Mendaki Gunung Tertinggi di Dunia?

Biaya mendaki gunung tertinggi di dunia berkisar antara USD 35.000 hingga USD 100.000 (sekitar Rp550 juta hingga Rp1,5 miliar) per orang, tergantung pada lokasi gunung, fasilitas ekspedisi, biaya izin (permit), dan layanan pemandu lokal.

Biaya izin pendakian atau permit merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam ekspedisi gunung tinggi.

Sebagai contoh, izin mendaki Gunung Everest dari pemerintah Nepal membutuhkan biaya sekitar USD 15.000 per orang untuk musim semi, naik 36% dari tarif sebelumnya sejak 1 September 2025.

Biaya logistik mencakup sewa pemandu Sherpa, penyediaan tabung oksigen, makanan selama ekspedisi, dan transportasi menuju base camp.

Jika anggaran Anda terbatas, sebaiknya tunda dulu ekspedisi internasional dan nikmati liburan hemat dengan membaca tips hemat liburan Bali untuk menyusun rencana keuangan perjalanan Anda.

Tips Memulai Perjalanan Mountaineering

Memulai perjalanan mountaineering harus diawali dengan menaklukkan gunung-gunung lokal yang memiliki tingkat kesulitan rendah hingga menengah.

Pendaki pemula di Indonesia disarankan memulai dari gunung dengan jalur trekking yang jelas seperti Gunung Gede atau Gunung Merbabu.

Bergabung dengan komunitas pencinta alam atau klub mountaineering lokal sangat membantu dalam mempelajari teknik navigasi dan keselamatan dasar.

Bagi Anda yang ingin melatih fisik di alam terbuka dengan suasana berbeda, menjelajahi wisata Sukabumi yang berbukit bisa menjadi pilihan latihan yang tepat.

Investasi pada peralatan pribadi yang berkualitas seperti sepatu gunung yang kokoh dan jaket tahan air sangat penting untuk keselamatan.

Kesimpulan

Sepuluh gunung tertinggi di dunia menawarkan tantangan ekstrem yang membutuhkan dedikasi fisik, mental, dan finansial yang luar biasa dari para pendaki.

Menaklukkan puncak tertinggi di dunia seperti Everest atau K2 adalah pencapaian seumur hidup bagi seorang mountaineer profesional.

Bagi pendaki amatir, keindahan pegunungan tetap bisa dinikmati melalui jalur trekking yang lebih aman di berbagai belahan dunia.

Mulailah petualangan Anda dari gunung terdekat dan terus tingkatkan kemampuan Anda secara bertahap demi keselamatan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid yang terletak di Papua dengan ketinggian mencapai 4.884 mdpl. Gunung ini juga merupakan salah satu dari Seven Summits dunia.

Pegunungan Himalaya sebagian besar terletak di Nepal, India, dan Bhutan, sedangkan Pegunungan Karakoram terletak di perbatasan Pakistan, India, dan China. Karakoram dikenal memiliki jalur pendakian yang lebih curam dan teknis dibandingkan Himalaya.

Pendaki pemula sangat tidak disarankan mendaki Gunung Everest karena risiko ketinggian ekstrem dan medan yang berbahaya. Pendaki harus memiliki pengalaman mendaki beberapa gunung berketinggian 6.000 hingga 7.000 meter terlebih dahulu.

Suka artikel ini?
Kannaya Nareswari
Ditulis oleh

Kannaya Nareswari adalah lifestyle dan OOTD blogger yang percaya kebahagiaan ada di makanan enak, perjalanan seru, dan outfit yang bikin happy. Berbasis di Bali dan Bandung, ia berbagi cerita seputar fashion, kuliner, dan traveling — sambil coba-coba resep baru, café hopping, atau menikmati golden hour dengan kamera di tangan.