Disclaimer

Payung Merah adalah media yang menyediakan bacaan dan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


Indonesia Darurat Hoax, Masih Mampukah Menuju Indonesia Emas 2045? – Arus komunikasi dan media yang terus berjalan dan berkembang menjadikan beragam informasi semakin mudah untuk dijumpai, tak terkecuali dengan hoax.

Hoax adalah informasi yang tidak benar tetapi dibuat seolah-olah menjadi sesuatu yang benar.

Interaksi komunikasi melalui media sosial yang semakin tinggi dari hari ke hari menjadi salah satu faktor berita bohong tersebut sangat mudah dipercaya dan disebarluaskan kembali oleh masyarakat.

Dari sekian banyak informasi yang beredar, tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menyaring mana informasi yang benar dan tidak.

Indonesia Darurat Hoax?

Menurut data Kemenkominfo tahun 2017, disebutkan bahwa ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.

Baca Juga: Jurus Menahan Nafsu dan Perkembangan Teknologi Finansial

Hal ini berarti berita hoax sangat rentan berada di sekitar kita. Kebohongan-kebohongan ini menjadi salah satu faktor pemicu ketidakharmonisan di dalam ber-Bhineka Tunggal Ika.

Adu argumen yang terus terlontarkan dan munculnya egoisme bahwa informasi yang didapat benar, bukan hal asing lagi yang dapat ditemui.

Dalam lingkup keluarga sekalipun akibat adanya hoax ini dapat menjadikan perkelahian antar-saudara. Media sosial juga menjadi faktor suatu berita menjadi semakin panas dan meluas.

Berita yang biasa kemudian dibungkus dengan judul yang aneh dan disajikan terus-menerus menjadikan masyarakat langsung percaya begitu saja tanpa membaca keseluruhan isi dari berita tersebut.

Masih dengan mudahnya ditemukan adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menjadi tugas besar untuk diberantas oleh bangsa Indonesia.

Baca Juga: Akhlaqul Sosmediyah Menyambut Pesta Demokrasi 2019

Apabila hal ini terus berlanjut maka hancur sudah keharmonisan yang dapat dibangun dalam Bhinneka Tunggal Ika. Kerukunan akan semakin susah untuk dipupuk dan kerusuhan di masyarakat semakin meningkat.

Jika melihat hal ini, kita dapat menilik pada situasi zaman penjajahan Indonesia dulu, dimana dalam lingkup keluarga kerajaan antar anggotanya sangat mudah terprovokasi adu domba bangsa Belanda.

Saling individu tidak percaya karena termakan hasutan-hasutan yang memecahbelahkan kerukunan. Berita yang masuk langsung saja diterima dan menjadikan peperangan antar kerajaan berlangsung.

Padahal berita yang masuk belum terbukti kebenarannya tetapi dengan mudahnya menyulut emosi. Pada akhirnya kerajaan-kerajaan tersebut runtuh dan Indonesia menjadi bangsa yang terjajah selama berabad-abad.

Jika dianalogikan dengan keadaan sekarang dengan zaman penjajahan tidak jauh berbeda. Tindakan provokatif sangat mudah untuk dijumpai.

Baca Juga: Demokrasi: Tugas Yang Tidak Pernah Selesai

Masyarakat tidak pernah mengecek informasi yang datang dan langsung saja menyebarkannya kemana-mana. Akhirnya timbul kemarahan pada pihak lain, sehingga perkelahian mulai muncul dan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang mundur.

Keberadaan berita bohong sendiri hanya sedikit masyarakat yang sadar akan kehadirannya. Selebihnya sangat mudah percaya dan meyakini bahwa semua berita itu benar kenyataannya. Kejadian ini terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Tak ayal berbagai kejadian perkelahian dan peperangan di Indonesia masih saja terjadi. Kekhawatiran pada bangsa ini sudah selayaknya menjadi pengingat bagi kita untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih maju.

Setelah masa kemerdekaan dan menuju usia Indonesia ke-100 tahun, masih ada tanda tanya besar yakni, masih mampukah indonesia menuju masa gemilangnya?

Pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan yang selalu disampaikan di setiap momen peringatan kemerdekaan Indonesia. Tombak-tombak kekuasaan Indonesia pada tahun 2045 akan dipimpin oleh generasi muda Indonesia saat ini.

Baca Juga: Islam Wasathiyyah: Wajah Baru Diplomasi Indonesia

Sebelum melangkah pada tahap tersebut, tentunya generasi muda membutuhkan contoh bagaimana melanjutkan perjalanan pembangunan bangsa ini ke depannya.

Akan tetapi, contoh generasi yang baik sekarang menjadi sangat sulit untuk ditemukan. Perang hoax saling terlemparkan antar-individu, bahkan antar-teman sekalipun.

Kerukunan bangsa menjadi tersisihkan dan yang ada hanya perkelahian semata. Kemudian diperparah dengan tidak adanya pihak yang mau mengalah dan selalu merasa benar, terlebih terhadap informasi yang diyakini.

Untuk itu, salah satu langkahnya dapat dilakukan dengan memerangi dan memberantas hoax. Memperkuat persatuan di dalam perbedaan yang beragam dari bangsa Indonesia menjadi kuncinya.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk memberantas hoax, yaitu:

  1. Dengan tidak langsung percaya pada berita yang baru saja beredar,
  2. Mengecek kembali kebenaran berita dari dua arah yaitu si pembawa berita dan si pelaku berita,
  3. Tidak buru-buru menyebarkan berita yang baru di dapat dan,
  4. Antisipasi diri dari adanya berita bohong.

Hal tersebut haruslah dimulai dari diri sendiri, kemudian dilanjut dengan memberitahu lingkungan terdekat seperti keluarga, sekolah, tempat kerja dan masyarakat sekitar kita.

Masyarakat Indonesia sendiri harus menjadi bangsa yang selektif dan cerdas terhadap adanya berita bohong. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa berita bohong sangat rentan untuk eksis dan menyebar luas di sekitar masyarakat.

Baca Juga: Pengaruh Paradigma Teknokrasi Dalam Kehidupan Masa Kini

Pada lingkungan masyarakat telah tersedia pula website untuk mengecek keaslian suatu berita. Alangkah baiknya jika masyarakat Indonesia menjadi bijak untuk menggunakan fasilitas yang sudah tersedia.

Pemberantasan hoax yang maksimal dapat menjadikan negara Indonesia menjadi maju dengan kecerdasan masyarakatnya. Akan tetapi, sayang sekali jika hal-hal berbau provokatif masih terus berlangsung di sekitar kita.

Untuk itu, marilah sebagai generasi muda yang menjadi tombak estafet peradaban emas Indonesia, kita harus selektif terhadap adanya suatu berita.

Semoga tulisan ini dapat menjadi wawasan generasi muda untuk menjadi bangsa yang maju dalam berpikir dan bertindak.


Sumber Gambar: kissfmmedan.com

Salurkan Pemikiranmu!

Ingin artikelmu diterbitkan seperti ini? Kamu bisa! Yuk, salurkan pemikiranmu lewat artikel opini dan listicle di Payung Merah!

 Tulis Artikel

Gabung LINE@


Bagaimana Menurutmu?

Mari Viralkan Tulisan Ini!

Apa Reaksi Kamu?

Kesal Kesal
27
Kesal
Kocak Kocak
5
Kocak
Marah Marah
2
Marah
Kaget Kaget
8
Kaget
Inspiratif Inspiratif
11
Inspiratif
Keren Keren
27
Keren
Pilih Satu Format
Opini
Tulis opini dan tambahkan elemen visual seperti gambar dan video
Listicle
Buat artikel dalam bentuk Listicle dan lengkapi dengan elemen visual