Menjadi Budak Teknologi: Penjajahan Media Sosial (Season 1)

Penjajahan Media Sosial


Menjadi Budak Teknologi Penjajahan Media Sosial
Gambar: denverchurchofchrist.org

“Technology is a useful servant but a dangerous master.”

– Christian Lous Lange


Menjadi Budak Teknologi: Penjajahan Media Sosial (Season 1) – Zaman telah berubah, seperti halnya musim berganti, efek dari perubahan dan bagaimana makhluk hidup menghadapinya menjadi penting dalam menyikapi perkembangan zaman.

Dalam hal teknologi, perkembangan teknologi mengubah cara hidup kita dalam beraktivitas contohnya dalam membeli makanan, bepergian, belanja, ataupun hanya sekedar melakukan stalking informasi.

Belum lagi bagaimana teknologi mengubah para kriminil dalam beraksi. Dulunya, para kriminil beraksi secara langsung kini dengan menekan tombol di media sosial maka dalam selang waktu yang sangat singkat muncullah korban.

Baca Juga: Pemberdayaan Terhadap Anak yang Tereksploitasi

Teknologi diciptakan untuk dikuasai bukan sebaliknya! Namun, sepertinya kitalah yang dikuasai dan dijajah oleh keberadaan teknologi, dalam hal ini terutama yang berkaitan dengan media sosial.

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh satu orang idiot untuk mengetahui ada berapa orang yang mengetahui mengenai media sosial khususnya yang sering digunakan.

Seorang idiot ini terkejut dengan hasil yang didapat, terdapat 8,5 dari 10 orang yang menggunakan hampir semua media sosial yang sedang naik daun atau pun memang sudah eksis.

Ia kemudian bertanya, apa alasan di balik semuanya ini? Jawaban yang diterimanya bervariasi yaitu untuk sekedar eksis, mempromosikan diri, mendapatkan pengakuan, haus akan publikasi, dan juga menjual badannya.

Selain itu ada pengakuan dari beberapa orang mengenai pembuatan akun palsu. Biasanya, pembuatan akun palsu dilakukan untuk melakukan ‘aksi intelijen’ terhadap seseorang yang disukai atau tidak disukai.

Baca Juga: Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Sebagai Langkah Predatoris Negara dan Kemunduran Demokrasi

Si idiot dapat memahami mengapa hal ini terjadi. Salah satu yang krusial menurutnya ialah manusia butuh aktualisasi diri, namun ia juga sadar pembiaran akan hal seperti ini akan menjadikan manusia dikuasai oleh teknologi sehingga nantinya kaum paling cerdas di antara makhluk hidup akan kembali menjadi budak.

Malam setelah ia melakukan penelitian ia mendapati sebuah fakta bahwa pengguna media sosial akan lebih aware terhadap siapa yang telah melihat update mereka seperti misalnya status dan story serta tayangan langsung yang terdapat di beberapa aplikasi.

Mereka akan bolak-balik melihat siapa saja yang telah menyaksikan update mereka untuk sekedar tahu dan mendapatkan kebanggaan atas pencapaian yang didapat misalnya melaui tombol ‘suka’ dan ‘cinta’.

Faktanya kita tidak dapat melewati 3 detik tanpa melihat gadget yang dipegang bahkan ada beberapa yang selalu menggenggam ponsel pintarnya untuk mengantisipasi adanya getaran notifikasi yang muncul.

Baca Juga: Uang Tunai vs Uang Elektronik: Balada dalam Era Serba Teknologi

Hal ini menunjukkan betapa media sosial mampu menimbulkan efek adiksi yang mungkin juga dimiliki obat terlarang namun tidak ilegal dan tidak haram hukumnya sehingga kita bebas untuk menggunakannya di mana saja dan kapan saja.

Mari kita berbicara mengenai efek adikisi atau bahasa mudahnya efek nagih, bagaimana Anda bisa terlepas dari sesuatu yang membuat Anda jadi ketagihan dan hal itu adalah hal yang legal dan tidak dilarang oleh hukum?

Media sosial juga menjadi saksi nyata bagaimana keluarga dapat pecah dan tidak saling berkomunikasi secara intens satu sama lainnya.

Perubahan komunikasi secara tradisional yang digantikan dengan cara modern mengakibatkan keintiman dari sebuah komunikasi jadi berkurang sehingga berujung pada kesalahpahaman.

Tidak sulit untuk menemukan berita adanya perselingkuhan yang terjadi akibat ketagihan ber-media sosial, jarak yang jauh tidak menjadi halangan untuk melakukan penyimpangan moral masyarakat di Indonesia.

Baca Juga: Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organis: Dilema Mayoritas VS Minoritas

Banyak pihak akan mengatakannya sebagai urusan pribadi namun efek domino untuk jangka panjang akan mempengaruhi kehidupan masyarakat lainnya.

Bagaimana dengan komunikasi dengan keluarga inti kita? Suatu hari seorang jenius berkata kepada ibunya di hari ulang tahun ibunya, “Bu, apa yang harus kuperbaiki dalam hidup ini?”

Sang ibu menjawab dengan berbisik, “Nak, daritadi kita berjalan berdua di pagi indah ini, namun matamu selalu tertuju pada benda mati yang tidak hidup itu.”

Si jenius pun menyadari bahwa ia tidak memberikan yang terbaik pada ibunya di hari ulang tahunnya. Ia menyadari bahwa fisiknya ada di dekat ibunya namun jiwanya tidak berada dalam fisik tersebut.

Apakah Anda salah satu dari mereka yang menjadi budak teknologi?


Gambar: denverchurchofchrist.org


Gabung LINE@



What's Your Reaction?

Inspiratif Inspiratif
0
Inspiratif
Kaget Kaget
0
Kaget
Kocak Kocak
0
Kocak
Marah Marah
0
Marah
Kesal Kesal
0
Kesal
Keren Keren
3
Keren
 
Bagaimana Tanggapanmu?
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles