Jangan Ejek Papa Novanto, Dia Itu Godfather!

"Novanto itu kebal hukum, penegak hukum tidak ada yang berani menangkap dia" - Nazaruddin


Setya Novanto

Jangan Ejek Papa Novanto, Dia Itu Godfather! – Setelah yang mulia Hakim Cepi memutuskan sang Papa tidak terbukti terlibat kasus korupsi e-KTP, secepat kilat netizen membuat parodi kekecewaannya dengan hashtag #ThePowerofSetyaNovanto.

Benar-benar kurang ajar netizen ini, setelah papa berkali-kali mengelabui penegak hukum dan mengalahkan KPK, kalian yang hanya seukuran upil berani sekali membuat parodi itu. Hey papa itu Godfather, hukum Indonesia saja tidak berani menyeret dia ke penjara, kalian berani sekali!

Baca Juga: Kesejahteraan Pelayan Kesehatan Masyarakat Kurang Perhatian

Apalagi, sebelum yang mulia Hakim Cepi memutuskan papa tidak terbukti terlibat, netizen sudah membully papa gara-gara foto di Rumah Sakit seperti terlihat akting doang.

Oalaaah netizen ini merasa paling benar saja, padahal apa sudah kalian terbebas dari korupsi sejauh ini, seperti korupsi waktu misalnya?

Senandung “Sang Godfather” Setya Novanto dan KPK

Menjelang vonis gugatan praperadilan, beredar foto papa sedang terbaring di rumah sakit, netizen menertawakan menganggap papa cari-cari alasan doang biar enggak diperiksa KPK. Setelah papa menang dari KPK di praperadilan, kira-kira papa balik nertawain kalian enggak ya? Godfather loh.

Bagaimana tidak, papa sangat pantas menyandang panggilan Godfather, bahkan sang tokoh legendaris di film Godfather dengan cerita heroiknya di era 70an harus belajar ke papa Setya Novanto.

Baca Juga: Uang Tunai vs Uang Elektronik: Balada dalam Era Serba Teknologi

Sedikit saran untuk KPK, sepertinya karakter James Bond dalam menumpas kejahatan perlu diakomodasi Agus Raharjo. Setelah sekuel terakhirnya yang diperankan oleh Daniel Craig sukses besar. By the way anyway bussway mengapa papa Novanto begitu cocok dengan julukan Godfather?

Ini Buktinya:

☘ Tahun 1999 papa lolos dari dugaan keterlibatan kasus pengalihan hak piutang Bank Bali.
☘ Tahun 2003 papa lolos dari dugaan penyelundupan beras impor dari Vietnam.
☘ Tahun 2004 papa lolos dari dugaan skandal impor limbah beracun dari Singapura ke Batam.
☘ Tahun 2012 papa lolos lagi dari dugaan suap pekan olahraga nasional Riau.
☘ Tahun 2015 papa lagi dan lagi kembali lolos dari dugaan skandal perpanjangan kontrak Freeport.
☘ Dan yang terakhir hmmm papa kembali lolos dari dugaan terlibat korupsi e-KTP.

Saya bisa pastikan, di Indonesia kamu bisa dengan mudah lolos apabila diduga terlibat mencuri uang rakyat. Negeri ini sepertinya memang surga untuk Godfather macam papa Novanto, tapi neraka bagi siapapun yang ingin bebas berpendapat.

Memang sih perbandingan ini tidak apel ke apel apalagi apel ke jeruk, tapi yang benar saja kalau sampai penjara penuh oleh korban UU ITE yang enggak jelas maksud dan tujuannya atau macam pasal karet penistaan agama.

Baca Juga: Teori Kepribadian: Penjelasan & Perkembangannya

Pokoknya jangan mau deh lantang menyuarakan pendapat kita diruang publik atau sampai bunuh diri menyatakan diri tidak percaya eksistensi Tuhan atau mengkritik ajaran agama. Negara ini lebih suka menghukum orang yang berbicara seenak jidat.

Jika Ahok, Buni Yani atau bahkan yang terbaru Jonru Ginting di hukum, papa sedang mengangkat kedua tangannya dengan mulut terbuka seperti meneriakkan keberhasilannya. Habib Rizieq pasti iri. Ahai. Enggak bisa seperti papa yang tetap di Indonesia dan menikmati kekayaan sambil membokongi KPK.

Baca Juga: Kontroversi KPK: Lembaga Independen yang Politis

Di pelagan wacana tentu saja aktor sulap macam Demian Aditya yang selalu lolos dari bahaya dalam aksinya membuat penonton bahkan juri macam Simon Cowell berdecak kagum, tapi ya tetap saja Demian harus berguru pada papa.

Selalu lolos dari jerat hukum di sebuah Negara yang berdaulat merupakan sebuah oase yang begitu menghibur sambil mengelus perut yang sedang lapar dan coba menetralisirnya dengan air hangat. Duh…

FYI, indeks persepsi korupsi Indonesia masih saja stagnan berada di peringkat 90 di dunia. Data ini merujuk pada apa yang dikemukakan oleh Transparancy International Indonesia pada tahun 2016 lalu.

Melihat posisi yang seburuk itu sampai saya tidak kuasa mencantumkan data tersebut di esai ini, tapi apa daya, data harus kita tunjukan demi integritas menulis yang serba terbata-bata ini.

Baca Juga: Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organis: Dilema Mayoritas VS Minoritas

Masih ingatkan bagaimana Godfather Novanto ini melobi Freeport Mcmoran? Ituloh perusahaan tambang raksasa Amerika yang ditakuti seantero jagat nasional karena saking kuatnya mereka tidak bisa diganggu mengobrak-abrik sumberdaya alam di Papua?

Tanpa itu, kita yang biasa nongkrong di warung kopi tidak akan tahu kedigdayaan papa Novanto melobi perusahaan raksasa itu agar memberikan beberapa persen sahamnya ke Papa dengan mengatasnamakan Presidern Jokowi, seorang pimpinan rezim saat ini yang sekarang lagi rajin nangkepin orang yang ngomong seenaknya di media sosial.

Namun apa daya, netizen terlalu cerewet gangguin papa sehingga papa terpaksa lengser dari jabatannya gara-gara minta jatah saham ke Freeport, walaupun lagi-lagi papa menang setelah menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Kalau sudah begini, mengutip apa yang dikatakan Najwa Shihab patut saya renungi:


“Yang paling bahaya dari korupsi, rakyat tidak percaya lagi pada pemimpinnya sendiri, Negara digerogoti dari dalam. Dihancurkan dengan diam-diam. Demokrasi sebatas jalan untuk berkuasa, mengeruk harta demi kroni dan keluarga. Dari atas panggung bicara manis-manis, dibawah meja menghisap sampai habis. Koruptor tak pernah kehabisan cara, jurus-jurus baru terus mengemuka. Saat KPK sulit untuk dibeli, pilihannya adalah dikebiri. Ketika Pengadilan Tipikor sulit diakali, praperadilan lalu jadi solusi. Belut memang sukar ditangkapi, apalagi belut yang sanggup memborong oli. Papa emang luar biasa, semuanya dibuat geleng-geleng kepala.”

Godfather Novanto, saya angkat topi untuk Anda.


Sumber Gambar: Beritagar.id


Gabung LINE@



What's Your Reaction?

Inspiratif Inspiratif
0
Inspiratif
Kaget Kaget
0
Kaget
Kocak Kocak
0
Kocak
Marah Marah
0
Marah
Kesal Kesal
0
Kesal
Keren Keren
2
Keren
Choose A Format
Kuis Kepribadian
Serangkaian pertanyaan yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu tentang kepribadian
Kuis Trivia
Serangkaian pertanyaan dengan jawaban yang benar dan salah yang bermaksud untuk menguji pengetahuan/wawasan
Opini
Tulis opini dan tambahkan elemen visual seperti gambar dan video
Listicle
Buat artikel dalam bentuk Listicle dan lengkapi dengan elemen visual